Example 728x250
General

Kebakaran Pasar Tradisional di Pontianak: Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

24
×

Kebakaran Pasar Tradisional di Pontianak: Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Share this article

Pada Kamis, 12 Juni 2025 sekitar pukul 11.30 WIB, sebuah kebakaran hebat terjadi di Jalan Pattimura, Komplek Pasar Sudirman, Pontianak. Tiga unit toko yang berada di lokasi tersebut, yaitu Toko Mas Citra Jaya, Toko Antik Gorden, dan Erisen Elektronik, hangus terbakar. Titik api diduga berasal dari lantai dua Toko Erisen Elektronik, tempat genset dinyalakan setelah terjadi pemadaman listrik mendadak.

Menurut keterangan salah satu karyawan, kebakaran dimulai saat listrik padam, sehingga pihak toko menyalakan genset di lantai dua. Namun, beberapa saat kemudian, listrik kembali padam dan terlihat kobaran api di area penyimpanan barang. “Lampu sempat padam, kami nyalakan genset di atas, lalu lampu padam lagi. Waktu dicek ke atas, ternyata gensetnya meledak dan langsung terbakar,” ujar karyawan tersebut.

Api dengan cepat menyebar ke seluruh lantai dua dan merambat ke toko-toko sebelah. Kepulan asap tebal menyulitkan proses evakuasi barang-barang berharga, terutama di Toko Mas dan Toko Gorden yang posisinya berdempetan. Puluhan petugas pemadam kebakaran dibantu warga sekitar langsung bergerak cepat memadamkan api. Beberapa unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran ini menjadi peringatan bagi pengelola pasar dan pedagang untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kebakaran serta persiapan antisipasi.

Penyebab dan Dampak Kebakaran

Kebakaran pasar tradisional di Padang Pariaman

Dalam kasus kebakaran di Pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat pada 12 Juli 2019, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar. Sebanyak 142 kios dari total 500 kios di pasar tersebut terbakar. Safrizal, seorang pedagang sepatu dan tas sekolah, mengungkapkan bahwa ia kehilangan hingga Rp 100 juta akibat kebakaran. Ia berharap pemerintah segera membuat pasar penampungan sementara agar para pedagang tetap bisa berdagang.

Sementara itu, kebakaran di Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 24 September 2025 melahap 807 kios dan menimbulkan kerugian sebesar Rp9 miliar. Diduga, penyebab kebakaran berasal dari tabung gas milik salah satu pedagang. Kebakaran ini juga terkendala oleh sulitnya mendapatkan sumber air dan kondisi angin yang kencang.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Petugas pemadam kebakaran di pasar tradisional

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyoroti pentingnya alat pemadam api ringan (APAR) di pasar-pasar tradisional. Ia menyarankan agar setiap kios memiliki satu APAR sebagai langkah antisipasi. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Perumda Pasar Jaya untuk menggelar pelatihan proteksi kebakaran bagi para pedagang.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dasar kepada pedagang dalam memadamkan api dan mencegah kebakaran. “Pada prinsipnya api itu kecil dan pada saat ada api kecil tergantung orang-orang di sekitar sumber itu yang menangani. Nah bagaimana dia bisa berdaya dan mengatasi api itu, itu kan yang paling penting,” kata Satriadi.

Tanggung Jawab Pengelola Pasar

Pedagang di pasar tradisional yang tidak terbakar

Selain tindakan pencegahan, tanggung jawab pengelola pasar juga sangat penting. Di Pasar Lubuk Alung, misalnya, areal pasar yang terbakar mencapai 30 persen. Pengelola pasar mengungkapkan bahwa pasar tersebut dalam status sengketa. Meskipun demikian, aktivitas perdagangan di kios-kios yang tidak terbakar tetap berlangsung normal.

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengatakan pemerintah kabupaten segera mencari solusi agar pedagang bisa kembali berjualan. Ia juga akan mengusulkan pembangunan kembali pasar yang terbakar kepada pemerintah provinsi dan pusat.

FAQ

Apa penyebab kebakaran di Pasar Sudirman, Pontianak?

Penyebab kebakaran diduga berasal dari lantai dua Toko Erisen Elektronik, di mana genset yang dinyalakan setelah listrik padam meledak dan menyebabkan kobaran api.

Berapa kerugian yang ditaksir?

Kerugian dari kebakaran di Pasar Sudirman, Pontianak, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Apa langkah pencegahan yang disarankan?

Langkah pencegahan termasuk pemasangan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap kios dan pelatihan proteksi kebakaran bagi para pedagang.

Apakah ada korban jiwa?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dari kebakaran di Pasar Sudirman, Pontianak.

Bagaimana respons pemerintah?

Pemerintah daerah sedang mencari solusi untuk membantu para pedagang dan membangun kembali pasar yang terbakar.

Kesimpulan

Kebakaran di pasar tradisional, seperti di Pontianak, merupakan peringatan serius tentang pentingnya kesadaran akan risiko kebakaran dan tindakan pencegahan. Dengan adanya langkah-langkah seperti pemasangan APAR dan pelatihan, serta tanggung jawab pengelola pasar, potensi kebakaran dapat diminimalkan. Kejadian ini juga menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara pemerintah, pengelola pasar, dan para pedagang dalam menjaga keamanan dan kelangsungan usaha mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *