Example 728x250
Nasional

Atap Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta Jebol Saat Hujan Deras, Angkasa Pura Minta Maaf

16
×

Atap Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta Jebol Saat Hujan Deras, Angkasa Pura Minta Maaf

Share this article

Pada Senin (6/4/2026), hujan deras yang mengguyur kawasan Tangerang dan sekitarnya memicu kerusakan infrastruktur vital di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Salah satu insiden terparah terjadi di Terminal 3, khususnya di area keberangkatan Gate 7, tempat atap jebol dan menimbulkan “air terjun” dadakan. Kejadian ini memicu kepanikan di antara penumpang dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Context & Background

Hujan deras yang terjadi pada hari itu tidak hanya mengganggu lalu lintas darat, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada infrastruktur bandara. Atap di Terminal 3 yang seharusnya menjadi bagian dari fasilitas modern justru mengalami kebocoran parah. Insiden ini memicu reaksi cepat dari pihak Angkasa Pura, yang akhirnya menyampaikan permohonan maaf resmi atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya desain dan pemeliharaan infrastruktur bandara, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem. Pakar konstruksi seperti Davy Sukamta dari Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) menilai bahwa masalah utama bukanlah struktur atap itu sendiri, melainkan sistem kedap air yang tidak berfungsi optimal.

Core Coverage

penumpang menghindari air yang tumpah dari atap jebol terminal tiga bandara soekarno hatta

1. Kebocoran yang Terakumulasi

Menurut Davy Sukamta, kebocoran yang terjadi di Terminal 3 bukan disebabkan oleh struktur atap yang rusak, melainkan karena sistem kedap air yang gagal. Air yang menumpuk di plafon akhirnya membuat beban melebihi kapasitas, sehingga atap jebol.

“Air tertampung di ceiling hingga beban melampaui kapasitas dan akhirnya jebol. Lapisan atap itu dari metal, seharusnya dibuat tidak bocor,” ujar Davy.

Baca juga: [Bandara Soekarno-Hatta Tempati Peringkat 22 Terbaik Dunia]

2. Kesalahan Desain atau Kelalaian Eksekusi?

petugas bandara membersihkan area terdampak atap jebol di terminal tiga soekarno hatta

Davy menjelaskan bahwa desain atap modern seharusnya mampu menangani curah hujan tinggi tanpa mengalami kebocoran. Namun, penggunaan teknik pemasangan yang tidak tepat, seperti penggunaan sekrup yang melubangi permukaan, bisa menjadi penyebab kebocoran.

Selain itu, sudut kelandaian atap juga berperan penting dalam mengalirkan air dengan efisien. Jika tidak dirancang dengan baik, air bisa mengendap di titik-titik rawan, meningkatkan risiko kerusakan.

Baca juga: [Mengurai Benang Kusut Penyebab Banjir di Tol Bandara]

3. Respons Angkasa Pura

Angkasa Pura (AP) langsung merespons insiden ini dengan melakukan penanganan segera. Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyatakan bahwa gangguan hanya berlangsung selama lima menit, dan petugas langsung melakukan pembersihan serta pembatasan area terdampak.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa perbaikan atap dilakukan sesuai prosedur dan target penyelesaian adalah Rabu (8/4/2026).

Baca juga: [18 Maret, Puncak Mudik via Bandara Dipadati 570.000 Penumpang]

4. Spekulasi Penggunaan Konsultan Lokal vs Asing

penumpang berlarian menghindari air yang tumpah dari atap jebol terminal tiga bandara soekarno hatta

Davy Sukamta optimistis bahwa konsultan lokal memiliki kemampuan untuk menangani masalah ini, asalkan standar teknis dipatuhi. Ia menilai bahwa kesalahan desain atau pelaksanaan lebih berpengaruh daripada apakah konsultan berasal dari dalam atau luar negeri.

Namun, ia menyarankan agar Angkasa Pura melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem atap, bukan hanya perbaikan kosmetik.

Real-World Impact

Insiden ini tidak hanya mengganggu operasional bandara, tetapi juga menimbulkan ketakutan dan kepanikan di kalangan penumpang. Para penumpang yang sedang menunggu boarding di Gate 7 harus segera berlarian saat air tumpah dari atap yang jebol.

Seorang penumpang, @r.grnda_, mengaku sedang menunggu penerbangan ke Singapura saat kejadian terjadi. Ia menyebutkan bahwa suasana mendadak berubah panik, namun semua penumpang berhasil selamat.

FAQ Section

Q: Apa penyebab atap Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta jebol?
A: Atap jebol karena kebocoran sistem kedap air yang menyebabkan air menumpuk dan melebihi kapasitas plafon.

Q: Bagaimana respons Angkasa Pura terhadap insiden ini?
A: Angkasa Pura langsung melakukan penanganan dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Q: Berapa lama waktu yang diperlukan untuk memperbaiki atap tersebut?
A: Perbaikan atap di Targetkan tuntas pada Rabu, 8 April 2026.

Q: Apakah ada ancaman terhadap keselamatan penerbangan?
A: Operasional bandara secara umum tetap berjalan lancar, dan pihak bandara memastikan keselamatan penumpang.

Conclusion

Kerusakan atap di Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta saat hujan deras menjadi peringatan akan pentingnya perawatan dan desain infrastruktur yang memadai. Meski insiden ini segera ditangani, hal ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah bagi Angkasa Pura dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa.

Kita semua berharap insiden serupa tidak terulang lagi, dan bahwa langkah-langkah preventif akan diambil untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

📌 Title Tag: Atap Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta Jebol Saat Hujan Deras
📌 Meta Description: Atap Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta Jebol Saat Hujan Deras, Angkasa Pura Minta Maaf
📌 Slug: atap-terminal-tiga-bandara-soekarno-hatta-jebol-saat-hujan-deras
📌 Primary Keyword Density: 2.3%
📌 Suggested Featured Image: [atap terminal tiga bandara soekarno hatta jebol saat hujan deras]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *