Example 728x250
Uncategorized

Wanita Berdarah Nias Ditusuk Mantan Pacar Berkali-kali Hingga Kritis

40
×

Wanita Berdarah Nias Ditusuk Mantan Pacar Berkali-kali Hingga Kritis

Share this article

Wanita Berdarah Nias Ditusuk Mantan Pacar Berkali-kali Hingga Kritis di Medan

Seorang wanita berdarah Nias, Fira Yanti Duha (23), mengalami luka parah setelah ditikam mantan pacarnya hingga kritis. Peristiwa tersebut terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Korban kini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan setelah menerima luka tusukan di bagian perut, bahu, dan pipi.

Menurut pengakuan kakak korban, Ernita Duha (25), kejadian ini berawal ketika Fira keluar rumah untuk membeli sarapan pagi. Saat pulang, ia melihat pelaku yang sebelumnya adalah mantan pacarnya. Pelaku langsung mengajak Fira untuk ngobrol dan meminta kembali berpacaran, namun korban menolak.

“Awalnya adik saya keluar rumah membeli sarapan. Sepulang beli sarapan, tepat di gang depan rumah kami dia melihat laki-laki itu (pelaku), terus si pelaku memanggil adik saya untuk ngobrol sebentar dan mengajak balikan,” ujar Ernita.

Tidak puas dengan penolakan korban, pelaku langsung mencekik leher Fira dan mengeluarkan pisau. Ia menikam korban di perut, bahu sebelah kanan, dan pipi sebelah kanan. Setelah itu, korban dibanting ke dinding. Dengan kesadaran yang masih ada, Fira mencabut pisau dari pipinya dan lari meninggalkan lokasi kejadian.

Luka tusukan di tubuh korban pasca-penikaman

Pengakuan Korban dan Ancaman Sebelum Kejadian

Pelaku penikaman mantan pacar di Medan

Fira mengungkapkan bahwa pelaku bernama Saverianus Nong Yoris, warga Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Mereka pernah menjalin hubungan pacaran selama lima tahun, tetapi hubungan tersebut telah berakhir sekitar setengah tahun terakhir.

“Saya tidak mau balikan lagi sama dia,” kata Fira dengan suara lirih.

Ernita juga menyampaikan bahwa pelaku sebelumnya pernah mengancam keluarganya melalui sambungan telepon. Menurutnya, pelaku mengetahui alamat keluarga korban karena mereka sempat bertemu di sebelah rumah korban beberapa hari sebelum kejadian.

Penanganan Polisi dan Proses Pelaporan

Petugas kepolisian di lokasi kejadian

Setelah kejadian, Ernita langsung membuat pelaporan di Polsek Sunggal. Laporan tersebut teregister dengan Nomor LP/B/156/II/2026/SPKT/POLSEK SUNGGAL/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 4 Februari 2026, pukul 11.47 WIB.

“Polisi kemarin sudah datang mengecek tempat kejadian. Kami harap Polsek Sunggal segera menangkap pelaku,” ujar Ernita.

Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan identitas pelaku dan memastikan proses hukum dapat dilanjutkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dampak dan Kekhawatiran Masyarakat

Warga Medan berkumpul di sekitar lokasi kejadian

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama terkait keamanan di lingkungan sekitar. Banyak warga mengkritik tindakan pelaku yang dianggap tidak manusiawi dan membahayakan keselamatan korban.

“Ini sangat mengerikan. Bagaimana bisa seseorang sampai menikam orang yang sudah putus dengannya?” komentar salah satu warga setempat.

FAQ

Apakah korban dalam kondisi kritis?

Ya, Fira Yanti Duha mengalami luka parah dan kini dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan.

Bagaimana pelaku mengetahui alamat korban?

Pelaku diketahui mengetahui alamat korban setelah bertemu di sebelah rumah korban beberapa hari sebelum kejadian.

Apa langkah yang diambil oleh keluarga korban?

Keluarga korban telah membuat laporan ke Polsek Sunggal dan meminta polisi segera menangkap pelaku.

Apa status hubungan antara korban dan pelaku?

Mereka pernah berpacaran selama lima tahun, tetapi hubungan tersebut telah berakhir sekitar setengah tahun terakhir.

Apa tindakan yang dilakukan oleh polisi?

Polisi telah mengecek lokasi kejadian dan sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku.

Kesimpulan

Peristiwa penikaman yang dialami Fira Yanti Duha menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan kestabilan emosional dalam hubungan percintaan. Tindakan yang tidak terkendali dapat berdampak buruk, bahkan berujung pada ancaman nyawa.

Kepolisian diharapkan segera menangani kasus ini dengan cepat dan transparan agar keadilan dapat ditegakkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *