Example 728x250
AgamaTeknologi

Pemerintah Jawa Barat Perkuat Ekonomi Syariah, Ini Strategi yang Diterapkan

11
×

Pemerintah Jawa Barat Perkuat Ekonomi Syariah, Ini Strategi yang Diterapkan

Share this article

Jawa Barat terus menunjukkan peran penting dalam memperkuat ekonomi syariah di Indonesia. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di tanah air, provinsi ini menjadi pusat pengembangan industri halal yang semakin berkembang pesat. Berbagai inisiatif pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha telah berjalan secara sinergis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu contoh nyata adalah gelaran Indonesia Hijabfest 2026 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 5-8 Maret. Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kolaborasi antara otoritas moneter, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri halal di Jawa Barat.

Potensi Ekonomi Syariah di Jawa Barat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Muhamad Nur, menegaskan bahwa potensi pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat sangat strategis. Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat untuk memimpin sektor usaha halal.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang promosi produk, melainkan ruang penguatan ekonomi kerakyatan. Potensi syariah di Jabar sangat besar dan menjadi peluang strategis untuk terus mendorong pertumbuhan sektor usaha halal secara inklusif,” ujar Muhamad Nur.

Baca juga: 3 Pilar Utama BI untuk Dorong Ekonomi dan Keuangan Syariah

Sinergi Antara Pemerintah dan Pelaku Usaha

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkapkan bahwa capaian Jawa Barat di sektor ekonomi syariah telah diakui secara nasional. Beberapa prestasi membanggakan telah diraih sepanjang 2025 seperti juara umum Adinata Syariah.

Jabar menjadi provinsi terbanyak dengan jumlah produk bersertifikat halal terbanyak nasional. “Dengan 97,3% penduduk muslim dan kreativitas generasi muda yang tinggi, momentum ini harus dijaga. Pengembangan ekonomi syariah memerlukan sinergi hulu hingga hilir yang berkelanjutan,” kata Erwan.

Pembangunan Sistem Rantai Pasok yang Terintegrasi

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti pentingnya membangun sistem rantai pasok yang terintegrasi di Kota Bandung. Menurutnya, julukan Paris van Java harus dimanifestasikan melalui pengembangan industri dari bahan baku, konveksi, hingga desain akhir.

“Kita perlu membangun sistem yang kuat. Tidak hanya desainer, namun seluruh ekosistem dari hulu hingga hilir harus dikembangkan di Bandung,” tegas Farhan.

Digitalisasi sebagai Kunci Inklusi

Aspek digitalisasi menjadi kunci inklusi dalam pengembangan ekonomi syariah. Dalam Indonesia Hijabfest 2026, Bank Indonesia bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) gencar melakukan edukasi pembayaran digital. Pengunjung dapat menikmati pengalaman tebus murah menggunakan QRIS dengan hanya Rp47.

“Melalui dukungan penuh perbankan syariah dan kebijakan BI, diharapkan UMKM di Jawa Barat dapat naik kelas dengan standarisasi produk halal,” kata Founder Hijabfest, Sheena Krisnawati.

Road Map Pengembangan Ekonomi Syariah

Jawa Barat ekonomi syariah pengembangan ekosistem

Jawa Barat menjadi provinsi pertama yang memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) No 1/2022 tentang Pengembangan Ekonomi Syariah. Selain itu, tengah dibuat road map pengembangan 8 (delapan) sektor ekonomi syariah hingga 2025.

Herawanto, Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar, menyebutkan bahwa ekonomi syariah di Jabar harus dapat menjadi alternatif ekonomi yang efisien dan efektif. Salah satu indikator pertumbuhannya adalah penyaluran pembiayaan.

“Ekonomi syariah tumbuh positif dengan segala kebermanfaatannya, apalagi sudah terlihat pertumbuhannya pada kuartal 1 sebesar 13,19 persen, lalu Kuartal 2 sebesar 15,5 persen, dan pada kuartal 3 sebesar 15,7 persen,” ungkapnya.

Target Penambahan Sertifikat Halal

Pada 2025 lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerbitkan sekitar 800.000 sertifikat halal yang mencakup sekitar 2 juta produk. Pada 2026, pemerintah menargetkan tambahan lebih dari 600.000 sertifikat halal baru.

“Target tahun 2026 ini ada penambahan lebih dari 600.000 sertifikat halal. Saat ini sudah sekitar 640.000 yang akan kita keluarkan tahun ini,” kata Erwan.

FAQ

Apa tujuan pemerintah dalam memperkuat ekonomi syariah di Jawa Barat?

Tujuan utamanya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi besar penduduk muslim di Jawa Barat.

Bagaimana pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha?

Pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha melalui berbagai kegiatan seperti festival ekonomi syariah, edukasi digital, dan pemberian sertifikat halal untuk meningkatkan kualitas produk dan akses pasar.

Apa peran Bank Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariah?

Bank Indonesia berperan dalam memberikan edukasi keuangan syariah, mendukung UMKM, dan memperluas akses layanan keuangan syariah.

Apa target sertifikasi halal Jawa Barat pada 2026?

Targetnya adalah penambahan lebih dari 600.000 sertifikat halal, menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah sertifikat halal terbanyak di Indonesia.

Bagaimana digitalisasi mendukung ekonomi syariah?

Digitalisasi memudahkan transaksi keuangan, meningkatkan akses pasar, dan memperkuat literasi keuangan syariah bagi pelaku usaha.

Kesimpulan

Pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat merupakan langkah strategis untuk memperkuat perekonomian daerah secara inklusif dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, Jawa Barat terus membuktikan kemampuannya menjadi pusat pengembangan industri halal yang berdampak luas bagi masyarakat. Dengan komitmen yang kuat dan inovasi yang terus berkembang, Jawa Barat siap menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia dalam memajukan ekonomi syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *