Example 728x250
Nasional

Banjir Jakarta Mulai Surut, Tersisa Puluhan RT Masih Tergenang

7
×

Banjir Jakarta Mulai Surut, Tersisa Puluhan RT Masih Tergenang

Share this article

Banjir yang melanda DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Namun, sejumlah wilayah masih menghadapi genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Minggu (8/3/2026), tercatat sebanyak 75 RT dan 19 ruas jalan masih tergenang banjir.



Banjir di Jakarta dipicu oleh hujan deras yang terjadi sejak Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu dini hari. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga 170 sentimeter di beberapa titik. Meski kondisi air mulai surut, sejumlah RT di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan masih mengalami genangan.

Wilayah Terdampak Banjir

Warga Jakarta Menghadapi Banjir

Di Jakarta Barat, terdapat 22 RT yang terendam banjir. Beberapa kelurahan yang paling terdampak antara lain:

  • Kelurahan Kedaung Kali Angke: 4 RT dengan ketinggian air 60–70 cm
  • Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT dengan ketinggian air 30 cm
  • Kelurahan Kedoya Utara: 4 RT dengan ketinggian air 20 cm
  • Kelurahan Sukabumi Selatan: 4 RT dengan ketinggian air 100 cm
  • Kelurahan Joglo: 1 RT dengan ketinggian air 65 cm
  • Kelurahan Kembangan Selatan: 2 RT dengan ketinggian air 50 cm
  • Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT dengan ketinggian air 60 cm

Sementara itu, di Jakarta Selatan, terdapat 20 RT yang tergenang. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain:

  • Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT dengan ketinggian air 120 cm
  • Kelurahan Cipete Utara: 3 RT dengan ketinggian air 100 cm
  • Kelurahan Petogogan: 12 RT dengan ketinggian air 20 cm akibat luapan Kali Krukut dan Kali PHB Nipam
  • Kelurahan Pela Mampang: 1 RT dengan ketinggian air 170 cm akibat luapan Kali Mampang
  • Kelurahan Duren Tiga: 1 RT dengan ketinggian air 60 cm
  • Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT dengan ketinggian air 120 cm

Ruas Jalan yang Terkena Banjir

Petugas BPBD DKI Jakarta Menyedot Air Banjir

Selain permukiman warga, sebanyak 19 ruas jalan di Jakarta juga tergenang banjir. Beberapa jalan yang terdampak antara lain:

  • Jalan Srengseng Raya
  • Jalan Daan Mogot KM 13
  • Jalan Perumahan Green Garden (MCD)
  • Jalan Meruya Selatan
  • Jalan Daan Mogot (Depan Victoria)
  • Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota
  • Jalan Kapten Pierre Tendean
  • Jalan Cileduk Raya (Seskoal)
  • Jalan Cileduk Raya (Kolong ITC)
  • Jalan Cileduk Raya (Pom Bensin Shell)
  • Jalan Bintaro Permai Raya (H. Gari)
  • Jalan Beo Pesanggrahan
  • Jalan Swadarma Raya Ulujami
  • Jalan Puri Kembangan (depan Sekolah SMK Budi Murni)
  • Jalan Kramat Raya
  • Jalan Rawa Indah
  • Jalan Karet Pasar Baru Barat I Karet Tengsin
  • Jalan Petamburan II
  • Jalan Bendungan Hilir

Upaya Penanganan Banjir

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di berbagai wilayah. Petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji.

Rekomendasi Aplikasi untuk Memantau Banjir

Masyarakat Jakarta Bersiap Hadapi Banjir

Untuk memudahkan masyarakat dalam memantau kondisi banjir, berikut beberapa aplikasi dan situs web resmi yang dapat digunakan:

  1. inaRISK dan inaRISK Personal

    Platform ini menampilkan peta risiko bencana di seluruh Indonesia. Pengguna bisa melihat tingkat kerawanan daerahnya terhadap banjir, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran hutan, dan tsunami.

  2. Info BMKG

    Aplikasi resmi BMKG memberikan informasi cuaca sesuai lokasi pengguna. Pengguna dapat mengaktifkan notifikasi untuk mendapatkan peringatan dini secara langsung.

  3. PetaBencana.id

    Platform ini menggunakan data laporan masyarakat secara real-time untuk menampilkan kondisi banjir. Pengguna bisa mengirim laporan melalui Telegram, X (Twitter), atau Facebook Messenger.

  4. Jakarta Kini (JAKI)

    Aplikasi ini menyediakan fitur JakPantau untuk memantau titik genangan berdasarkan lokasi, waktu kejadian, dan kedalaman air.

  5. Pantaubanjir

    Aplikasi ini menampilkan grafik kenaikan air selama 24 jam terakhir dan informasi berdasarkan wilayah.

  6. Google Maps dan Waze

    Fitur flood layer pada Google Maps dan Waze bisa menampilkan laporan hambatan jalan akibat cuaca.

FAQ

Q: Bagaimana cara memantau banjir di Jakarta?

A: Masyarakat dapat menggunakan aplikasi seperti JAKI, PetaBencana.id, atau Google Maps untuk memantau kondisi banjir secara real-time.

Q: Apa penyebab banjir di Jakarta?

A: Banjir di Jakarta umumnya disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan sungai-sungai yang tidak mampu menampung air hujan.

Q: Bagaimana cara menghindari banjir?

A: Masyarakat disarankan untuk menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mematuhi imbauan dari BPBD dan instansi terkait.

Q: Apa yang harus dilakukan saat banjir?

A: Saat banjir, masyarakat diminta untuk tetap waspada, menghindari area yang tergenang, dan segera menghubungi nomor darurat jika diperlukan.

Q: Bagaimana proses penanganan banjir di Jakarta?

A: BPBD DKI Jakarta bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

Kesimpulan

Meski banjir di Jakarta mulai surut, sejumlah RT dan ruas jalan masih tergenang. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi dari BPBD DKI Jakarta. Dengan adanya berbagai aplikasi dan situs web yang bisa digunakan, masyarakat dapat lebih mudah memantau kondisi banjir dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *