Example 728x250
Uncategorized

Polres Tapanuli Tengah Gelar Purna Bhakti Kompol Sargatua Siregar dengan Tradisi Pedang Pora

30
×

Polres Tapanuli Tengah Gelar Purna Bhakti Kompol Sargatua Siregar dengan Tradisi Pedang Pora

Share this article

Suasana Haru di Polres Tapanuli Tengah Saat Wisuda Purna Bhakti Kompol (Purn) Sargatua Siregar

Sebuah momen yang penuh makna dan keharuan berlangsung di halaman Mapolres Tapanuli Tengah pada hari Kamis, 5 Februari 2026. Kepolisian Resor Tapanuli Tengah menggelar upacara pelepasan Pedang Pora dalam rangka wisuda Purna Bhakti Kompol (Purn) Sargatua Siregar, sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun di institusi Polri.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M, S.I.K, M.I.K, serta dihadiri oleh Wakapolres Kompol M. Iskad, S.H, M.M, para pejabat utama (PJU), perwira, bintara, dan ASN di lingkungan Polres Tapteng. Rangkaian acara diawali dengan pengalungan bunga oleh Kapolres Tapanuli Tengah sebagai simbol penghargaan, dilanjutkan dengan penyerahan cendramata. Puncak acara ditandai dengan tradisi Pedang Pora, di mana Kompol (Purn) Sargatua Siregar melangkah perlahan di bawah hunusan pedang barisan perwira, diiringi penaburan bunga sebagai lambang doa dan harapan untuk masa pensiun yang bahagia.

Kompol sargatua siregar menerima pengalungan bunga dari kapolres

Penghargaan Atas Dedikasi Selama Bertugas

Kompol sargatua siregar menyampaikan pidato saat upacara

Dalam amanatnya, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikel menyampaikan apresiasi mendalam atas loyalitas yang telah diberikan oleh Kompol (Purn) Sargatua Siregar. Ia menekankan bahwa setiap anggota Polri yang menjalani tugas dengan baik layak mendapatkan penghormatan yang layak.

Sambil menahan haru, Kompol (Purn) Sargatua Siregar menyampaikan kesan-kesannya selama bertugas. Ia mengaku bangga dapat mengakhiri masa dinas dalam keadaan sehat dan mendapatkan penghormatan yang luar biasa dari rekan-rekan sejawat.

“Saya merasa bangga dan terharu atas upacara pelepasan ini. Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh anggota atas kerja sama dan kekeluargaan yang terjalin selama ini. Mohon maaf jika ada kekhilafan selama saya bertugas. Saya pamit untuk kembali menjadi warga sipil, namun hati saya tetap untuk Polri,” ungkapnya.

Tradisi Pedang Pora sebagai Simbol Penghormatan

Barisan perwira polres tapanuli tengah membentuk pedang pora

Tradisi Pedang Pora adalah bagian penting dari upacara purna bhakti anggota Polri. Dalam tradisi ini, personel yang akan pensiun melewati barisan perwira dengan pedang yang diangkat tinggi, simbol dari penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa mereka selama bertugas. Setiap langkah yang diambil oleh anggota yang pensiun diiringi oleh penaburan bunga, sebagai bentuk doa dan harapan agar masa depannya penuh kebahagiaan dan kesuksesan.

Kehadiran Anggota dan Pejabat Penting

Para pejabat utama polres tapanuli tengah hadir dalam upacara

Selain Kapolres dan Wakapolres, hadir juga para pejabat utama (PJU), perwira, bintara, dan ASN di lingkungan Polres Tapteng. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa upacara ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan bentuk rasa hormat dan apresiasi terhadap komandan yang telah memberikan kontribusi besar bagi institusi Polri.

Penutupan Acara dengan Penuh Kesopanan

Kegiatan diakhiri dengan pengantaran Kompol (Purn) Sargatua Siregar hingga ke gerbang mako oleh seluruh personel Polres Tapteng. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sebagai wujud penghormatan bagi insan Polri yang telah tuntas menunaikan baktinya.

Read also: [Berita Lainnya : Pemkab Tapteng Salurkan Bantuan Kepada 16 KK Yang Terdampak Gelombang Tinggi]

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa maksud dari tradisi Pedang Pora?

Pedang Pora adalah tradisi upacara purna bhakti yang digunakan untuk menghormati anggota Polri yang akan pensiun. Dalam tradisi ini, anggota yang pensiun melewati barisan perwira dengan pedang yang diangkat tinggi, sebagai simbol penghormatan atas jasa-jasa mereka selama bertugas.

Siapa yang memimpin upacara purna bhakti Kompol (Purn) Sargatua Siregar?

Upacara purna bhakti Kompol (Purn) Sargatua Siregar dipimpin langsung oleh Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M, S.I.K, M.I.K.

Bagaimana suasana acara berlangsung?

Suasana acara berlangsung dengan khidmat dan haru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sebagai wujud penghormatan bagi insan Polri yang telah tuntas menunaikan baktinya.

Apa makna dari penaburan bunga selama upacara?

Penaburan bunga adalah simbol dari doa dan harapan bagi masa pensiun yang bahagia dan penuh keberhasilan.

Apakah ada pesan dari Kompol (Purn) Sargatua Siregar?

Ya, Kompol (Purn) Sargatua Siregar menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas penghormatan yang diberikan, serta memohon maaf jika ada kekhilafan selama ia bertugas.

Penutup

Momen seperti ini menjadi bukti bahwa pengabdian dan dedikasi seorang anggota Polri memiliki nilai yang sangat berarti. Upacara purna bhakti Kompol (Purn) Sargatua Siregar tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap orang yang berkontribusi untuk negara layak mendapatkan penghormatan yang layak. Semoga kehidupan barunya sebagai warga sipil penuh kebahagiaan dan kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *